Kehamilan memanglah hal yang sangat istimewa. Ketika hamilpun tuuh menyesuaikan diri sampai dengan taraf yan tidak masuk akal, hal yang paling terlihat adalah penambahan berat badan. Hal ini terjadi karena secara alami, tubuh akan menyesuaikan diri dan berkembang untuk membuat perlindungan terhadap janin yang dikandung.

Saking lumrahnya, banyak yang mengabaikan kenaikan berat badan ketika hamil, hingga melebihi pertambahan yang normal. Ada pula yang merasa bernyukur dengan kenaikan yang sedikit, tanpa tahu apakah hal tersebut merupakan penambahan yang normal atau tidak.

Pertambahan berat badan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak tentu saja berati ada sesuatu yang tidak beres dalam masa kehamilan.

Penambahan Berat Badan Ibu Hamil

Agar tidak cemas dan panik ada baiknya calon ibu mengetagui pernambahan berat badan ibu hamil berdasarkan IMT Indeks Massa Tubuh sebelum hamil. Rumus untuk menghitung IMT adalah:

IMT = Berat Badan ÷ (Tinggi badan dalam satuan Meter x Tinggi badan dalam satuan Meter)

Sebagai contoh berat badan Anda 68 kg dengan tinggi 165 cm (1,65 meter). Jadi, nilai IMT yang dimiliki adalah: 68 ÷ (1,65×1,65) = 24.98 Kg/m2

Berikut adalah penambahan normal saat hamil berdasarkan IMT:

  • Jika IMT ada di bawah 18,5 (kurus), maka peningkatan berat badan yang disarankan adalah di kisaran 12,7 – 18,1 kg
  • Jika IMT ada di sekitar 18,5 – 22,9 (normal), maka peningkatan berat badan yang disarankan adalah di kisaran 11,3,7 – 15,9 kg.
  • Jika IMT ada di atas 23 (gemuk), maka peningkatan berat badan yang disarankan adalah di kisaran 6,8 – 11,3 kg.
  • Jika IMT ada di atas 25 (obesitas), maka peningkatan berat badan yang disarankan adalah di kisaran 5,0 – 9,1 kg.

Dengan Indeks tersebut Anda dapat emperkirakan penambahan berat badan yang harus Anda capai. Untuk pembagian tiap bulannya, ketika trimester pertama naik sekitar 0,5 hingga 2 kg.

Dan hal itu akan terus meningkat setiap minggu hingga saat trimester kedua dan ketiga di sekitar 0,4 – 0,59 kg bagi yang kurus, 0,36 – 0,45 kg bagi yang normal, 0,23 – 0,32 kg bagi yang gemuk dan 0,18 – 0,27 kg bagi yang obesitas.

Pertambahan yang begitu banyak tidak hanya dihitung dengan penambahan berat bayi yang ketika lahir hanya sekitar 2,5 – 3,5 kg saja. Namun juga terdiri dari Bayi sekitar 3 sampai 3,6 kg, Plasenta sebesar 0,7 kg, air ketuban sekitar 1 kg, pembesaran payudara sekitar 1 kg, pembesaran rahim sekitar 1 kg, volume darah dan cairan meningkat kurang lebih 1,4 – 1,8 kg, dan cadangan lemak, terutama bagian perut sebesar cadangan lemak 2,7 – 3,6 kg.

Jaga agar Berat Badan Tidak Berlebih

Meskipun kenaikan berat badan saat hamil adalah hal yang normal dan pertanda bahwa janin tumbuh dengan baik. Anda harus tetap menjaga agar penambahan berat badan tidak berlebihan.

Salah satunya adalah dengan cara menjaga makanan. Anda tidak perlu menambah makan hingga 2 porsi. Yang perlu ditingkatkan adalah kualitas makanan yang dikonsumsi. Pilihlah makanan sehat dengan porsi kecil dan lebih sering. Karena ketika hamil Anda akan sulit makan terlalu banyak sekaligus.