Perkuat Daya Saing Talenta Industri, UPER & BPSDMI Kemenperin Teken Kesepakatan Kolaborasi

Azka · 27 Agt 2026 · 4 mnt

Gelombang transformasi digital yang melanda hampir seluruh lini industri saat ini menuntut lahirnya generasi pekerja yang tidak hanya mumpuni dari sisi teknis, melainkan juga gesit menyesuaikan diri dengan perubahan yang terus bergulir. Kementerian Perindustrian mencatat bahwa sektor manufaktur telah menyerap sebanyak 20,26 juta tenaga kerja pada Agustus 2025, sebuah angka yang menegaskan betapa vitalnya keselarasan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil di lapangan industri.

Merespons dinamika tersebut, Universitas Pertamina (UPER) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian mengukuhkan komitmen bersama lewat penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Gedung Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0), Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Kesepakatan tersebut secara spesifik mengarah pada penguatan SDM industri sekaligus percepatan proses transformasi digital di berbagai sektor.

Acara seremonial tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh penting dari kedua belah pihak. Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, secara langsung membubuhkan tanda tangan berdampingan dengan Sekretaris BPSDMI Kementerian Perindustrian, Dr. Sidik Herman, S.Sn., M.M. Kehadiran Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si., serta Plh. Kepala Pusdiklat SDM Industri, Nila Kumalasari, semakin memperkuat bobot simbolis dari kolaborasi yang terjalin tersebut.

Cakupan kerja sama yang disepakati terbilang komprehensif dan menyentuh banyak aspek. Mulai dari penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat, seluruhnya masuk dalam kerangka kolaborasi tersebut. Program praktik kerja bagi mahasiswa, penyelenggaraan seminar dan lokakarya, pengembangan konsep industri hijau, pembentukan inkubator bisnis, hingga berbagai inisiatif kolaboratif lain bersama pelaku usaha turut melengkapi ruang lingkup kemitraan yang dibangun kedua lembaga.

Langkah kolaboratif tersebut dinilai tepat waktu, mengingat kebutuhan kompetensi di sektor industri terus bertransformasi seiring pesatnya kemajuan teknologi digital. Kemampuan menguasai teknologi terkini sekaligus fleksibilitas dalam beradaptasi kini menjadi bekal utama bagi talenta muda yang ingin bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Sidik Herman memaparkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dengan para pemangku kepentingan industri merupakan fondasi penting dalam mencetak SDM yang benar-benar sejalan dengan kebutuhan nasional. Ia menambahkan bahwa BPSDMI berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya talenta unggul serta inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat melalui pola kemitraan lintas sektor semacam ini. Baginya, sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci utama agar pengembangan SDM tidak berjalan setengah-setengah.

Pandangan serupa turut disampaikan oleh Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, yang menilai kemitraan dengan BPSDMI sebagai tonggak penting bagi perguruan tinggi untuk memperluas peran nyatanya dalam menjawab tantangan transformasi industri dan digitalisasi. Djoko Triyono menegaskan kesiapan kampus untuk berkontribusi lewat jalur pendidikan, riset, dan inovasi guna melahirkan sumber daya manusia yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa agar semakin selaras dengan tuntutan dunia kerja, sembari terus mendorong lahirnya penelitian dan inovasi yang aplikatif bagi persoalan industri ke depan.

Berkat kemitraan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan lebih luas untuk merasakan langsung denyut dunia industri, baik melalui praktik kerja, keikutsertaan dalam seminar dan lokakarya, maupun beragam program kolaboratif lainnya. Di sisi lain, ruang kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat turut membuka peluang bagi sivitas akademika untuk terus mengasah pengetahuan sekaligus melahirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat secara umum.

Lebih jauh, kolaborasi antara Universitas Pertamina dan BPSDMI juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yang menitikberatkan pada Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, dorongan terhadap inovasi, serta sinergi erat antara sektor pendidikan tinggi dan industri menjadi cerminan nyata dari komitmen tersebut. Semangat kerja sama tersebut pun selaras dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, serta daya saing bangsa di kancah internasional.

Kolaborasi lintas sektor semacam ini diyakini mampu memperkuat kesiapan talenta industri dalam menghadapi laju perkembangan teknologi sekaligus pergeseran kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. Melalui kemitraan bersama BPSDMI Kementerian Perindustrian, Universitas Pertamina turut memperluas jejaring kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah, dan sektor industri secara berkelanjutan. Harapan besar pun disematkan agar langkah tersebut mampu mencetak talenta yang siap menghadapi transformasi industri, sekaligus mendorong lahirnya riset dan inovasi yang memberi dampak nyata bagi kemajuan industri nasional.

Bagi kamu yang bercita-cita menjadi bagian dari transformasi industri dan digital tanah air, momen ini bisa menjadi titik awal yang tepat untuk melangkah. Pilih kampus yang aktif membangun kolaborasi strategis dengan dunia industri agar bekal ilmu yang diperoleh benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman. Yuk, cari tahu lebih lanjut lewat Pendaftaran Universitas Pertamina dan jadi bagian dari perjalanan menuju karier industri masa depan.